Gn. Selamet via Guci

Bismillah.. Assalamualaikum..

Penulis akan menceritakan sedikit tentang pendakian yang dilakukan di Gn. Selamet 3428 mdpl pada liburan 22-25 desember 2012 lalu. Secara teknis pendakian ini hanya sebatas mengisi liburan dengan sama-sama menyalurkan hobi mendaki gunung, yang kita ketahui kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat perlu persiapan. Semoga dengan sedikit informasi dari penulis dapat diterima oleh para calon pendaki Gn. Selamet jalur Guci khususnya. Pada kesempatan ini penulis hanya menceritakan tentang bagaimana jalur yang dilalui dan estimasi waktu yang berpedoman atas pendaki amatir atau pendaki baru dikarenakan ini merupakan pendakian santai tanpa mengejar tujuan tertentu. Karena Puncak gunung hanya merupakan bonus yang didapatkan oleh setiap pendaki.
Gn. Selamet dari desa Balapulang
gerbang guci
Keberangkatan dimulai, tim berkumpul di tempat yang telah ditentukan yaitu Ps. Kebayoran Lama dengan menggunakan bus malam Pahala Kencana tujuan Purwokerto lalu turun di daerah Balapulang untuk mampir di rumah dari leader (sdr. Seno) dan menjemput seorang anggota tim lagi (sdr. Akim). Setelah sampai di desa Balapulang pada Sabtu pagi 22 Des 2012 tim kembali mempersiapkan perbekalan yang belum lengkap dan melakukan pengecekan logistik serta peralatan lalu packing ulang. Diantar menggunakan angkot hijau yang disewa tim langsung menuju kawasan wisata guci yang merupakan jalur pendakian yang akan dilalui oleh tim.Tim tiba di kawasan wisata guci pada pukul 11.58 wib, dan agar tenang dalam perjalanan sambil menunggu pendaftaran pendakian, tim melakukan ibadah solat  dzuhur terlebih dahulu di salah satu warung yang paling dekat dengan jalur pendakian.Tepat pukul 13.00 wib tim memulai pendakian.
Pos Guci

Trek yang dilalui dari pos pendakian guci hingga pos 1 relatif landai dan masih beraspal walaupun rusak karena jalan ini merupakan jalan para petani untuk berkebun. Tiba di Pos 1 yang tidak ada keterangan jelas nama dari pos ini pukul 14.26 wib.
Pos 1

Perjalanan dilanjutkan menuju pos 2 yang treknya masih relatif landai dan beberapa saat kemudian turun hujan yang cukup membuat tim melambat dan akhirnya menyempatkan break dengan menggelar bivak ponco (fly sheet) sebelum pos 2 pada pukul 16.26 wib.


Kopi Hangat

Emergency rain

Hujan Kondusif
Break Pos 2
Dengan turunnya hujan yang cukup lebat dengan membuat kami terhenti tidak menyurutkan semangat pendakian, karena memang cuaca bukan menjadikan hambatan dengan mempersiapkan peralatan dan perbekalan tim sesiap-siapnya.Beberapa saat kemudian kami melanjutkan perjalanan  pada pukul 16.56 wib. 
Pos 2 (pondok cemara)



Pos 3 Pondok Pasang

Kira-kira Se-jam perjalanan dengan medan trek yang masih relatif landai tim tiba di pos 3 pada pukul 18.41 wib. Tim memutuskan untuk bermalam di pos ini dengan langsung mendirikan tenda dome yang berjumlah 4. Malam minggu itu kami habiskan dengan canda tawa riang gembira yang terasa nikmat dengan ditemani oleh secangkir teh.
Camp Pos 3


Keesokan harinya sebagian anggota tim memutuskan untuk melakukan summit attack terlebih dahulu (pukul 06.30wib) dari anggota tim yang lain. Sehingga sisa anggota tim yang berjumlah 4 orang menjadi tim Sweaper dengan melakukan pendakian menuju puncak lebih santai (pukul 07.12wib) dan semua perlengkapan tenda dan yang lainnya ditinggal di pos 3.
Tim Saber
Jalur pendakian dari pos 3 hingga puncak, ini baru terasa mendaki gunung. Karena trek yang disajikan oleh jalur guci ini merupakan yang terberat dari awal pendakian. Akhirnya tim saber tiba di pos 4 (Pondok Kematus) Pukul 8.59 wib untuk break sejenak.
Pos 4 Pondok Kematus
Tim sweaper melanjutkan perjalanan setelah beberapa saat kemudian dirasa tenaga kembali pulih. Sebelum sampai di pos 5 tim melewati sebuah gubuk yang menurut informasi pos tersebut merupakan pos Edelweis pada pukul 9.43 wib. Tim hanya break sebentar untuk menormalkan nafas saja, sekitar 1-2 menit lalu dilanjutkan menuju pos 5, dan akhirnya tim tiba di pos 5 (Pondok Cantigi) pukul 10.34 wib.
Pos 5 Pondok Cantigi
Kami kembali break cukup lama untuk sedikit mengisi tenaga dengan membuat teh manis hangat dan membuka beberapa makanan ringan yang cukup membuat tenaga baru setelah trek yang disajikan dari pos 3 hingga pos 5 cukup terjal. Pos 5 ini merupakan pos terakhir atau batas vegetasi *krosok bahasa di sana, karena setelah pos 5 yang bisa kita lihat hanyalah kawana bebatuan cadas yang membuat alur bekas aliran lahar panas dari sang Gunung.Setelah selesai kami lalu melanjutkan perjalanan hingga puncak pada pukul 11.09 wib, dan menurut informasi yang tim peroleh lama tempuh untuk mencapai puncak dari pos 5 ini sekitar 2-2,5 jam perjalanan. Trek yang disajikan di krosok ini cukup membuat mental teruji, karena puncak yang terlihat oleh mata sangat sulit dicapai dan membuat fisik melemah kehilangan tenaga. Namun tekad dari pada setiap anggota tim bulat untuk menginjakan kaki di puncak Gn. Selamet sehingga tim dengan sabar meneruskan perjalanan dengan relax yang akhirnya melambatnya kecepatan dari pendakian. Dengan pernyataan "asal sampe" tim terus meneruskan pendakian hingga puncak.Dengan keadaan kabut yang datang silih berganti tanpa bisa ditebak, ditambah oleh rintik hujan yang mulai turun, tim terus melanjutkan pendakian. Hingga akhirnya datang kilat dan suara petir yang mengagetkan. Keputusan yang diambil adalah turun kembali ke pos 5 pada pukul 13.24 wib dengan menunggu anggota tim yang lebih dahulu berangkat kembali turun.
Kabut Pekat
Putar Balik
Dikabarkan tim advance yang lebih dulu berangkat dari pos 3 (camp) sampai ke puncak pada pukul 12.36 wib.
Bibir kawah
Kabar gembira yang diperoleh atas sampainya di puncak cukup memberi kenangan manis dan semangat baru dalam mendaki gunung.

Puncak Guci

Setelah seluruh tim menyatakan siap untuk turun kembali ke camp (pos 3), berkumpul sejenak di pos 5 sebagai meeting point untuk mengecek seluruh anggota lengkap. Sambil menunggu anggota tim yang lain turun beberapa teman yang lainnya memasak air dan masakan instant untuk sedikit memberi tenaga dan semangat dalam menjalani penurunan hingga camp.Sekitar pukul 15.00 wib berangkat kembali menuju camp yang rencananya mampir di pos 4 yang tersedia sumber air untuk mengisi kembali persediaan air. Selama diperjalanan hujan terus mengguyur semakin deras sehingga perjalan turun terasa cukup berat karena medan trek yang licin dan pakaian basah kuyup walaupun sudah menggunakan rain coat.

Tim tiba di pos 3 (camp) pukul 17.00 wib dan seluruh anggota tim langsung masuk ke dalam tenda untuk mengganti pakaian kering dan memasak di dalam tenda yang akhirnya tim menghabiskan malam itu di dalam tenda hingga pagi sekitar pukul 03.00 wib beberapa ada yang bangun dan keluar tenda untuk bersenda gurau dini hari itu.

Keesokan pagi,06.00 Seluruh anggota telah terjaga dan sarapan seadanya serta packing untuk melanjutkan perjalanan turun hingga pos guci, karena tim ingin menyempatkan hangatnya kolam pemandian air panas wisata guci.Dari camp Pos 3 turun Pukul 07.48 wib. 

Tim Siap Turun

Tiba di pos Guci pukul 09.48 wib dan beristirahat sejenak di warung ditemani dengan teh manis dan canda tawa dari persahabatan yang dikenalkan oleh Gn. Selamet tak terlupakan.

Selesai

Pemandian air hangat pun tak lupa kami kunjungi untuk menyegarkan badan yang terasa pegal direndam oleh kehangatan alami dari Gn. Selamet ini.

Wisata Guci Ramai
Kolam Air Hangat

Setelah merasa puas berendam air hangat kami mempersiapkan diri untuk kembali ke base camp yang bertempat di desa Balapulang dengan menggunakan angkot hijau kembali yang di sewa pada pukul 12.00 wib untuk perjalanan kembali ke Jakarta pada malam harinya.

Friendship Selamet via Guci 22-25

Makan Malam

Kesimpulan yang bisa diambil oleh penulis yaitu :
  1. Pendakian dimulai Sabtu 22 Desember 2012 pukul 13.00 wib dan selesai Senin 24 Desember 2012 pukul 10.00 wib.
  2. Sumber air terdapat di Pos 4 (Pondok Kematus)
  3. Naik gunung dibulan Desember adalah naik gunung yang cocoknya bertema adventure. Karena pada bulan tersebut merupakan bulan dengan curah hujan tinggi. Tim pendaki kali ini setiap hari selalu dihujani. Setiap pukul 13.00 wib mulai turun hujan ringan maupun lebat.
  4. Pendakian yang nikmat adalah ketika turun ada obyek wisata yang bisa dihampiri untuk sedikit melepas lelah.
Semoga coret-coretan ini bermanfaat!!
Saya, mugipanji SignOut
Wassalam...


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer